Alasan Siswa Berontak kepada Guru

Oleh Suyatno

Ketika guru mengajar, kadangkala ada siswa yang berontak, menolak, dan lari dari kelas. Bakhan, siswa di luar sekolah, mencegat gurunya untuk berbuat kejahatan. Bahkan, guru dipermalukan di segala tempat. Umumnya, siswa berontak bukan karena sekadar iseng. Ada beberapa alasan yang membuat siswa memutuskan untuk melakukan hal itu. Berikut alasannya.

1. Balas dendam
Kalau Anda mengkhianati perhatian siswa, siswa juga bisa melakukannya, bahkan lebih hebat dari guru. Kalaupun sampai ketahuan oleh guru, mungkin memang siswa sengaja. Masing-masing siswa memang mempunyai cara balas dendam sendiri dalam menghadapi. Siswa dapat melakukan balas dendam dengan sembunyi-sembunyi di belakang guru, dapat juga siswa sengaja “memamerkannya” dengan cara mengobrol terus tanpa henti, cuek, cemberut, dan melakukan perbuatan melawan guru.

2. Urutan kesekian
Setiap siswa ingin selalu menjadi nomor satu dalam hidup diri guru. Bukan nomor dua, apalagi nomor-nomor berikutnya. Jika siswa merasakan bahwa dirinya menjadi nomor dua dibandingkan siswa lain, siswa itu akan berontak dengan caranya sendiri. Jadikanlah semua siswa nomor satu dalam diri guru.

3. Kekerasan
Kini, banyak siswa yang semakin sadar tentang pentingnya penghargaan atas dirinya sendiri, salah satunya dengan bersikap tegas ketika guru melakukan tindak kekerasan (umumnya secara fisik) kepadanya. Mungkin awalnya siswa akan mencoba bertahan, tapi bila guru kembali mengulangi tindakan itu, siswa akan meninggalkan guru. Mereka yakin, masih banyak guru lain yang bisa menghargainya jauh lebih baik daripada guru yang penuh kekerasan.

4. Hambar
Siswa menyukai hal-hal detail, misal dipuji karena rambutnya, bajunya, senyumnya, hari ulang tahunnya, atau hal-hal istimewa lainnya. Hati-hati bila guru menganggap semua ini sebagai hal remeh, apalagi bila selama ini siswa selalu perhatian terhadap guru. Bila guru tidak pernah menghargai apa yang sudah dilakukan siswa untuk guru dan mengabaikan hal-hal yang dianggapnya penting, bersiaplah menghadapi pemberontakan hebat dari siswa.

5. Tidak Sesuai Kenyataan
Siswa akan berontak ketika nilai pelajaran yang diperolehnya tidak sesuai antara yang tertulis diraport dan kenyataan sehari-hari di kelas. Apalagi, siswa mengetahui bahwa temannya yang dianggap lebih kurang pintar di kelas malah mendapatkan nilai baik di raport.

6. Berawal dari Julukan
Siswa akan berontak jika terus-menerus dijuluki sesuatu yang tidak cocok dengan hatinya, misal, guru memanggil siswa dengan “Si Kribo, Si Hitam, Si Gendut”. Siswa lebih senang dipanggil dengan namanya dan panggilan yang bersifat positif.

7. Digunjingkan dengan Orang Lain
Pemberontakan siswa akan terjadi jika guru menggunjingkan siswa kepada siswa lain atau guru lain tentang sesuatu yang buruk. Siswa akan marah saat mendengar bahwa guru berbicara atas namanya berkaitan dengan ketidakmampuan, keboborokkan, dan kejelekkan dirinya.

8. Dipermalukan di Depan Kelas
Maksud guru agar siswa lain juga tidak berbuat negatif seperti yang sedang disetrap atau dimarahi, namun bagi siswa, perbuatan guru itu terasa menyayat hati. Suatu saat siswa akan menarik diri dari ikatan wibawa guru dan dapat berubah menjadi pemberontakan.

Ditulis dalam qopian. Leave a Comment »

Anggaplah Semua Siswa Calon Presiden

Andai saja, semua siswa di kelas Anda calon presiden lalu apa yang harus dilakukan guru? Pastilah, guru akan sangat hati-hati dalam mengajar. Gaya mengajarnya harus lebih mengesankan dengan skenario pembelajaran yang terhebat. Jangan sampai, siswa sekelas yang calon presiden itu terluka, teraniaya, dan tertutup pintu kecerdasannya. Tiap guru mengajar selalu diawasi oleh tim penjaga calon prsiden. Guru yang dipilih pasti yang pandai dari segala sisi. Siapkah Anda mengajar di kelas itu?

Tentunya, calon presiden yang diajar itu kelak ketika menjadi presiden harus pandai berbicara, ahli strategi, manusiawi, cerdas, lincah, tidak cacat, tegar, wibawa, dan visioner. Untuk itu, menu sajian guru, apapun pelajarannya, haruslah menyentuh wilayah itu. Semua materi dikemas dengan baik sehingga di samping memberikan makna keilmuan juga memberikan sekaligus makna kepresidenan.

Guru yang disiapkan tentu juga penuh disiplin, tanggung jawab, profesional, dan memahami sosok presiden yang teramat bagus. Tentunya, guru yang asal-asalan, tidak punya roh, dan hidup enggan mati tak mau, tidak diperlukan.

Andai semua sekolah menganggap tiap kelasnya adalah siswa yang calon presiden, tentu, sekolah itu juga dikelola dengan mantap. Bisakah?

Ditulis dalam qopian. Leave a Comment »

Harga Sebuah Barang

Harga Sebuah Barang?

Menurut Q pribadi harga barang tu bukan dari modelnya,gayanya,trendnya n’ dkk-lah.

klo menurut Q tu dari hatinya contoh:

coba bayangin jika lo mo beli sesuatu  tyuz u  g’ punya uang lo bakal nabung kan.lo sabar truz sampe lo nahan hawa n’ nafsu lo sampe tu uang bisa buat beli barang yang lo mo beli.Akirnya lo beli dgan hsil jerih payah lo sendiri bagga nggak lo?Gue yakin banyak orang yang bilang bangga.lalu ada orang yang nawarin barang yang sama ke lo,lo mau nggak nukeer barang yang lu beli?klo gue sich pasti nggak mau nuker tu barang walaupun tu barang lebih bagus dari yang Q punya.Coz menutQ Barang yang Gw bli dengan jerip payah guw sendiri tu lebih berharga dari pada yang gue bli pake uang ortu,pakde,bude,pak lek,bulek,bibi,paman dll-lah.

contoh yang kedua:

keluarga lo ngasih lo sebuah barang.truz lo jual kebayang g’ sech betapa sedih nya yang ngasih kita soalnya dia berpikir “buat apa kasih dia barang kasih uang aja dah cukup”.klo lo masih blum ngrassain sedihnya hatinya coba lo coba ngasih orang lain truz orang itu ngejual barang nya razain tu akibatnya……………………

so ni semua dah nyukup ngebuktiin bahwa barang tu nggak berharga karna  materialnya, modelnya, bentuknya but tu semua berharga dari hati.

kunjungin blog q di http://njosnet.wordpress.com/

Ditulis dalam qopian. Leave a Comment »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ditulis dalam tulisan q. 1 Komentar »